Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tanpa Judul

      Malam dengan suhu yang sedikit panas, entah apa yang di pikiranku sekarang selain rasa takut dan tidak bisa percaya dengan diri sendiri. Rasanya sedih karena semuanya serba tertahankan.  "Aku gak mau seperti ini" "Aku gak mau kejadian kemarin terulang kembali" Karena rasa yang menekan membuatku semakin kesal dengan diri sendiri.  "Betapa egoisnya kamu" "Apa maumu sebenernya" "Semua orang gak suka dengan tingkah lakumu yang seperti ini" "Please stop"       Ketika hati benar benar jatuh kepada rasa kagum dua insan itu dan tidak bisa memilih arah tujuan hati mau kemana. Karena rasa sakit di masa lalu masih ada, dan rasanya tidak mau terulang kembali. "Dia gak akan lah suka sama orang kaya kamu" "Wait, mana pantes sama orang kaya kamu. Dia tuh pinter semua orang mengandalkan nya"       Iyaaa rasa nya kalau gak ada dia, aku gak bisa ngatasin apapun yang aku tidak bisa. Rasa...

Kamu Cantik Seperti Biasanya

Kamu Cantik Seperti Biasanya Manusia di lahirkan untuk berbuat kebaikan, tapi mengapa masih banyak manusia yang saling menyakiti hanya untuk kepentingan pribadinya. Lalu dimana letak hatinya, dimana letak harga dirinya saat menyakiti manusia lain secara sengaja. Hembusan angin dan tetesan air mata yang tiba tiba menemaniku di malam ini. Malam yang entah mengapa semua hal yang berkaitan tentang sakit, lemah dan sesak didada datang lagi menyampariku. Salahku apa? Apa yang salah dengan diriku ini. Ceritakan semua tentang kesalahanku agar aku meninggalkan rasa sakit di waktu yang sudah berlalu. Memangnya senyuman ini tidak boleh muncul di dalam kehidupanku. Tawa yang hanya sebagai pembalut kebohongan dari rasa sakit benar benar ampuh untuk menipu manusia yang berada di sekitaranku. Aku? Apa karena aku dengan penampilan yang tidak cantik secara fisik tidak boleh bahagia? Bukankah Tuhan telah menciptakan manusia dengan sempurna lalu bagaimana manusia lain tidak menerima fis...

Beberapa Carik Rasa

Cerita Tentangmu Apa kabar malam? Malam tanpa tawanya lagi, tanpa senyumannya lagi. Kini waktuku terhenti bersamamu. Aku masih saja meratapi kepergiaanmu, kepergiaan yang tidak tau akan kembali atau tidak akan kembali lagi. Ini cerita tentangmu, yang begitu lelah untuk aku rangkum dalam beberapa carik kertas. Ternyata perasaanku masih sama, perasaan dimana aku masih bisa ternyum ketika melihat wajahmu dalam lamunanku. Begitu bahagia, dan tawaku masih tersisa ketika aku tertawa bersama lamunanku. Semua begitu nyata, kalau kamu masih berpihak padaku. Tapi realita kehidupan menyatakan kamu memilih rumah yang baru. Kamu tau betapa aku sangat membelamu, membela terhadap orang yang ingin berkata kalau kamu begitu buruk. Tapi aku tetap saja mau mempercayai kata katamu yang engkau lantunkan dengan tatapan yang serius. Apa aku terlalu bodoh bersikap seperti ini?. Kenapa aku memiliki hati yang sekeras ini untuk mempertaruhkan namamu didepan banyak orang. Rasanya hati tidak pernah b...

Deskripsi Diri

Deskripsi Mengenai siapa diriku, mungkin angkasa malam sudah mengenalku terlebih dahulu. Iya aku suka bercerita mengenai tentang siapa diriku. Bintang juga suka menertawakanku, lalu angin malam suka menemaniku ketika aku butuh kesejukan malam. Aku adalah sosok dimana, susah dimengerti, karena butuh waktu untuk mengerti tentang sikapku yang masih tidak konsisten ini. Mungkin diluar sana melihat diriku adalah sosok yang ceria dan mampu membuka pikiran. Tapi bagiku aku adalah sosok yang memendam keceriaan dikala sendiri. Aku banyak mengkhayal tentang kejadian yang mungkin saja belum terjadi, rasa takut terus bergelut dalam hati lalu diisikan tentang pemikiran buruk yang mungkin akan terjadi suatu saat nanti. Jantung yang terus berdetak dengan kencang itulah yang bintang tertawakan padaku “Untuk apa kamu takut, mengapa jantungmu berdetak kencang sampai aku mendengar suaranya” katanya sambil tertawa. Lalu angin pun menengkan hati dikala malam yang kadang mengerikan bagiku. “Ka...