Tanpa Judul
Malam dengan suhu yang sedikit panas, entah apa yang di pikiranku sekarang selain rasa takut dan tidak bisa percaya dengan diri sendiri.
Rasanya sedih karena semuanya serba tertahankan.
"Aku gak mau seperti ini"
"Aku gak mau kejadian kemarin terulang kembali"
Karena rasa yang menekan membuatku semakin kesal dengan diri sendiri.
"Betapa egoisnya kamu"
"Apa maumu sebenernya"
"Semua orang gak suka dengan tingkah lakumu yang seperti ini"
"Please stop"
Ketika hati benar benar jatuh kepada rasa kagum dua insan itu dan tidak bisa memilih arah tujuan hati mau kemana.
Karena rasa sakit di masa lalu masih ada, dan rasanya tidak mau terulang kembali.
"Dia gak akan lah suka sama orang kaya kamu"
"Wait, mana pantes sama orang kaya kamu. Dia tuh pinter semua orang mengandalkan nya"
Iyaaa rasa nya kalau gak ada dia, aku gak bisa ngatasin apapun yang aku tidak bisa. Rasa kenyamanan dan ketenangan kalau ada dia disekitarku. Semua akan baik baik saja kalau ada dia. Semakin hari semakin ingin ada disisinya, Tapi lagi lagi pemikiran yang membuat semua rasa yang terus tertahan untuk jatuh hati.
"Lupakan saja, dia tidak peduli. Kamu hanya merepotkan saja"
Itu kataku setiap kali aku merepotkannya, dan membuat semuanya serasa semakin kacau karena rasa tidak percaya diriku ini.
Bukan, bukan mengeluh tapi rasa takut yang sudah mendalam itu yang membuatku sulit untuk bergerak untuk bebas.
"Hati akan ada saatnya kamu bahagia, jangan terlalu terburu buru. Akan ada kebahagiaan yang bisa buat kamu lupa sama masa lalumu yang benar benar menyakitkan. Seakan akan kamu hanyalah orang yang bodoh"
Selanjutnya apa yang aku lakukan? Pergi menjauhkan ataukah seperti biasanya. Tolong hati saya yang tidak karuan ini dan diri ini meminta kepada hati untuk sendiri dahulu tanpa menghubungi salah satu diantara mereka. Dan katakan pada tubuh untuk bertingkah biasa saja. Dan katakan pada mata "kamu boleh melihatnya dari kejauhan jika kamu mau bekerja sama dengan mulut untuk senyum indah dengan mata yang berbinar saat melihat mereka".
Sedangkan kaki? Dia akan baik baik saja dan bekerja sewajarnya. Dia pasti tau yang terbaik nanti saat hati sudah memberitahu apa yang harus ia lakukan nanti. Dan gugurkanlah rasa ini perlahan seperti daun pada musim gugur, walaupun nanti tidak terlihat bagus tetapi akan ada waktunya daun itu indah ditemani bunga cantik berwarna merah muda.
Lebih baik sekarang waktunya untuk beristirahat dari kisah yang menyusahkan ini.
Komentar
Posting Komentar