Cerpen
Haloo guys ..
Apa kabar semuanya??
HAHAHA kangen banget gue nulis di blog..
pengen aktif lagi sih sebenernya walaupun gak ada yang liat hehe ..
Tapi ya gitu ,, wifi gratis gak ada bor, gimana dong?
Hhmm ,, gue ada cerpen terbaru nih ..
Semoga bermanfaat ya, kalo mau copas silahkan tapi cantumin nama gue ya wkwkkw.
Semoga kalian suka ya sama cerpen gue..
Apa kabar semuanya??
HAHAHA kangen banget gue nulis di blog..
pengen aktif lagi sih sebenernya walaupun gak ada yang liat hehe ..
Tapi ya gitu ,, wifi gratis gak ada bor, gimana dong?
Hhmm ,, gue ada cerpen terbaru nih ..
Semoga bermanfaat ya, kalo mau copas silahkan tapi cantumin nama gue ya wkwkkw.
Keangkuhan
Ada salah satu sekolah di Jakarta yang terkenal dari kalangan
atas, sekolah itu bernama SMKN 1 Jakarta. Siswa atau siswi disekolah itu
terkenal dengan style yang keren bagi kalangan anak remaja. Salah satu siswa tersebut
itu bernama Daris Eza Damara, ia seorang siswa yang terkenal keren, berkulit
putih dan orangtua nya adalah donatur terbesar untuk sekolahannya. Selain itu
dia terkenal senang membuli teman temannya yang hidup sederhana.
“Weh bro kayanya seru amat nih, lagi pada ngomongin apaan?”
Tiba tiba Daris datang dari sebelah barat.
“Iya nih kita lagi ngomongin si Ghaly yang anak cupu itu”
Jawab Arvel teman dekatnya.
“Emang kenapa si cupu?” Tanya Daris sambil penasaran.
“Tadi kita tuh ngerjain dia bro. Kita buang sepatunya dia ke
tong sampah hahaha, abisnya sepatu buluk masih dipake” Jawab Ervan sambil
tertawa berderai.
“Hahaha rasain. Seneng banget gue, seharusnya tadi lo semua
ngajakin gue” Ucap Daris dengan wajah yang bahagia.
“Yehh, lu aja baru keluar dari ruang BP gara gara abis nyoret
nyoret tasnya Anggi” Ucap Arvel sambil tertawa.
“Gue mah gak takut sama BP, udah kebal gue. Lagian siapa
suruh jadi orang tuh bawel banget, sok nyeramahin gue lah. Sekarang rasain tuh
tasnya berwarna warni hahaha” Ucap daris dengan bangga.
“Hebat banget lo bro, berani banget. Gue mah kalo ama cewe
masih gak tega kalo mau ngerjain” Ucap Ervan.
“Lo mah hati Hello Kity” Celetuk Arvel.
“Engga lah, Gak Hello Kity tapi Superhero” Ucap Ervan sambil
tertawa dan bangga.
“Udah Udah balik yuk ke kelas, udah bell masuk tuh” Ucap
Arvel.
“Engga ah males gue. Gue mau distudio aja, males gue
pelajaran kimia” Ucap Daris sambil meninggalkan teman temannya yang masih duduk
di meja kantin.
----------
Sesampai Daris di studio, Daris
mengambil kamera. Tiba tiba Monica datang. Monica adalah siswi yang tercantik
disekolahannya. Dengan penampilan yang stylis. Sifatnya tak jauh beda dengan
Daris, Monica juga berperilaku angkuh dan suka merendahkan teman temannya.
“Haii Daris” Sapa Monica pada Daris
yang sedang memotret.
“Haii, ngapain lo kesini?” Tanya
Daris sambil menaikan sebelah alisnya.
“Nemuin lo lah, emang ada orang lagi selain lo? Kayanya gak
ada deh” Ucap Monica dengan senyum kecilnya.
“Gak cuman gue disini. Terus lo ada urusan apa nemuin gue?”
Tanya Daris dengan dingin.
“Waduh cuek banget lo. Gue cuman mau minta tolong fotoin gue.
Gue di endors sama brand baju” Ucap Monica.
“Yaudah sini cepet, waktu gue gak banyak” Ucap Daris sambil
mengambil perlengkapannya.
“Thanks Daris” Ucap Monica sambil tersenyum senang.
“Iya” Ucap Daris dengan singkat.
Akhirnya Daris pun memotret Monica.
Sambil memotret Monica sambil mengajak ngbrol Daris untuk mengerjai Ghaly.
Monica tidak suka dengan Ghaly karena Ghaly seorang siswa yang pintar dan suka
dipuji guru.
“Lo tau Ghaly anak yang dapet beasiswa
itu kan?” Tanya Monica.
“Tau, kenapa?” Jawab Daris.
“Gue kesel sama dia karena gayanya yang so alim, terus suka
dipuji guru gitu. Padahal mah sosial keluarganya yang rendah” Ucap Monica
dengan wajah yang geram.
“Terus? Lo cerita kaya gini sama gue. Buat apaan?” Tanya
Daris dengan judes.
“Ya Karena gue tau sebenernya lo juga benci banget sama dia.
Jadi gue punya rencana buat bikin dia gak nyaman disekolah ini. Dan keluar dari
sekolah ini, lagi pula orang kaya dia gak pantes sekolah ditempat derajatnya
tinggi kaya sekolah ini” Jawab Monica dengan lantang.
“Iya emang gue benci banget sama dia. Dan seharusnya gue yang
dibanggain sama sekolah ini. Karena orangtua gue donatur terbesar buat sekolah
ini, bukan anak kampung itu” Ucap Daris dengan kesal.
“Iya betul gue setuju sama lo. Jadi lo setuju kan sama
rencana gue?” Tanya Monica dengan yakin.
“Iya gue setuju sama rencana lo” Ucap Daris dengan senyum
sinisnya.
----------
Daris dan teman temannya setelah pulang
sekolah berkumpul di koridor sekolahan sambil memainkan gitar dan bercanda
tawa. Tiba tiba Ghaly melewati koridor itu. Dan Daris menyelengkat Ghaly.
“Hahaha rasain tuh. Lo tuh sebenernya gak pantes sekolah
disini! Dan lo gak sederajat sama kita jadi jangan cari muka deh sama guru guru
disini!!” Ucap Daris dengan lantang.
“Iya gue setuju sama Daris. Dan lo tuh cuman ngotorin sekolah
kita aja sama sepatu buluk lo itu” Ucap Monica sambil menginjak sepatu Ghaly.
Tetapi Ghaly tidak menghiraukan mereka. Ghaly tetap bersabar
walaupun teman temannya berperilaku itu kepadanya.
“Udah sono lu pergi dari sini sebelum gue muntah karena
ngeliat muka lo. Cepet bangun!!” Ucap Daris dengan keras.
Ghaly pun bergegas meninggalkan Daris dan teman temannya.
Daris dan teman temannya sangat senang karena mereka berhasil merendahkan
Ghaly.
“Semoga Ghaly gak nyaman terus pegi dari sekohan ini hahaha”
Ucap Monica dengan bangga.
“Eh guys pulang yok, udah sore nih” Ucap daris sambil
mengambil tasnya.
“Iya nih, gue juga mau pergi ke salon”Ucap Monica sambil
memainkan rambutnya.
“Oke, ayo kita pulang”
Ucap Arvel dan yang lain sambil mengambil tasnya dan bergegas pulang.
----------
Sesampainya Daris didepan rumah Daris
melihat tulisan didepan gerbangnya “RUMAH DISITA”. Daris menelpon orangtuanya
tetapi orangtua nya tidak kunjung menjawab telpon nya. Tiba tiba ada satu pesan
dari nomor tidak dikenal
”Nak ini Ayah, maafkan ayah nak
karena ayah bangkrut dan asset ayah semuanya disita karena ayah tidak bisa
membayar hutang. Kamu tinggalah di apartment dengan uang yang ada di ATM mu,
ayah dan bunda sedang menyelesaikan masalah bisnis ini”
“Ahhhh tidak mungkin!!. Gak mungkin
bokap bangkrut gitu aja, mana duit di ATM tinggal 100ribu. Mana mungkin gue
numpang dirumah temen temen gue. Mau taroh dimana muka gue!!” Ucapnya dengan emosi.
-----------
Daris hari ini tidak sekolah. Dengan
muka yang sangat kecewa, Daris menyulusuri jalan. Dan masih tidak ada tujuan
mau tinggal dimana. Rasa lapar pun menghapirinya. Uang disakunya pun habis
untuk makan kemarin. Daris pun duduk ditepi jalan dengan rasa yang benar benar
tidak jelas. Tiba tiba Ghaly pun menepuk tubuhnya.
“Ko lo ada disini? Tadi kenapa lo gak
sekolah?” Ucap Ghaly.
Daris tidak menjawab pertanyaan
Ghaly, karena rasa malunya.
“Lo pucet banget Ris, lo belom makan
ya?” Tanya Ghaly.
Daris pun masih tidak menjawab pertanyaan Ghaly. Wajah Daris
pun terlihat merasa bersalah atas perbuatannya kemarin.
“Maafin gue Ghaly atas perilaku gue dan temen temen gue
selama ini. Mungkin perbuatan gue ini yang membuat gue menjadi seperti ini. Ini
balasan dari Allah karena rasa angkuh gue. Maafin gue” Daris pun memeluk Ghaly
dengan perasaan kecewa.
“Gue udah maafin lo dan temen temen lo tanpa lo minta maaf
Ris. Emang lo ada masalah apa sampe tadi lo gak masuk sekolah?” Ucap Ghaly.
“Ayah gue bangkrut dan asset ayah gue semuanya disita karena
ayah gue gak bisa ngelunasin hutang hutangnya. Dan sekarang gue gak tau mau
tinggal dimana, uang gue udah habis semua karena kelakuan gue yang suka berfoya
foya” Ucap Daris sambil mengacak acak rambutnya.
“Ya Allah gue turut prihatin sama keadaan lo sekarang. Kalo
lo mau, lo boleh tinggal dikosan gue, emang kecil sih tapi cukup buat berdua”
Ucap Ghaly.
“Tapi apa gue gak ngerepotin?” Tanya Ghaly.
“Engga sama sekali ko Ris. Tapi maaf rumahnya gak sebesar
rumah lo” Ucap Ghaly.
“Gak papa ko Ghal. Makasih banyak ya, lo emang baik banget
orangnya” Ucap Daris.
“Hahaha engga ko. Anterin gue yuk buat jual sepatu ini, tadi
gue dapet sepatu ini dari hasil cerdas cermat” Ucap Ghaly sambil mengeluarkan
sepatu dari tasnya.
“Kenapa harus dijual, kenapa gak dipake buat sekolah?” Tanya
Daris yang sedikit kebingungan.
“Karena gue tau lo laper dan satu satunya yang gue punya
cuman sepatu baru ini. Gue gak papa ko pake sepatu yang lama. Gak masalah bagi
gue” Ucap Ghaly sambil tersenyum.
“Tapi Ghal..” Ucap Daris yang terpotong.
“Udah jangan tapi tapi, yuk kita cari toko abis itu kita beli
makanan baru pulang” Ucap Ghaly tersenyum lebar .
Dan akhirnya Daris sadar atas
kesalahan dia selama ini. Dia janji pada dirinya sendiri kalau dia tidak akan
mengulangi perbuatan itu. Dia berterima kasih kepada Allah bahwa masih ada
orang seperti Ghaly yang masih mau perbagi walaupun ia sendiri kesulitan dala
hidupnya. Dan dia berdoa semoga dia senantiasa bersyukur atas nikmat Allah yang
diberikan selama hidupnya.
Tamat
Jangan lupa follow ig gue : @amaliarzh , sarahah gue :@amaliarzh
Karena cerpen cerita pendek, Clara nikmatin banget. Tapi... Kurang panjang bagi Clara Mel đŸ’™
BalasHapus