Cerpen
Haii Guys gue puya cerpen terbaru lagi nih. Sorry gue udah lana gak ngeblock.
Stop Bullying
Hargailah Jika Ingin di Hargai
Kerumunan orang yang berada di tengah lapangan, entah apa
yang sedang mereka lakukan ditengah lapangan. Firra melihat Farhan dan teman
temannya dengan wajah yang meremehkan. Karena Firra merasa penasaran, Firra ke
tengah lapangan untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan.
“Ada apa? Kok rame banget disini” Tanya Firra kepada salah
satu murid yang berada di tengah lapangan.
“Rafi sedang dibully sama Farhan dan temen temennya” Jawabnya
dengan santai.
“Kok lo diem aja sih, gak ngebela Rafi?” Ucap Firra dengan
heran.
“Gue takut sama Farhan makanya gue diem aja” Ucapnya.
“Cowo kok penakut sih. Gue gak bisa biarin Farhan kaya gini”
Ucap Firra dengan kesal.
Dengan emosi
yang sudah memuncak, Firra mendekati Farhan dengan geram. Walau ada rasa
sedikit takut, tetapi Firra tetap ingin membela Rafi. Karena perbuatan bully
sangat tidak pantas dilakukan.
“Farhan jangan lo pernah bully Rafi ataupun yang lain!!!!”
Ucap Firra dengan emosi.
“LO SIAPA?!!!!!!” Ucap Farhan dengan santai.
“GUE FIRRA, LO NGAPAIN NGEBULLY RAFI !!!” Ucap Firra dengan
kesal.
“GAK USAH SOK PAHLAWAN!!!, LO BIKIN GUE EMOSI AJA!!!” Ucap
Farhan sambil mendorong Firra.
“HEH JANGAN KASAR SAMA CEWEK DONG!!!” Teriak seorang anak
laki laki sambil menolong Firra yang terjatuh.
“KENAPA GAK SUKA??!!!” Ucap Farhan dengan nada meremehkan.
“Iya gue gak suka. Gak pantes lo hidup kalau lo gak bisa
menghargai orang. Dan hidup lo cuman sia sia kalau lo terus meremehkan orang lain”
Ucap anak laki itu dengan lantang.
“GAK USAH IKUT CAMPUR!!!” Ucap Farhan dengan kesal.
Lalu Farhan
dan teman temannya meninggalkan Firra, Rafi dan anak laki laki itu. Firra pun
tidak mengenali laki laki itu karena wajah nya yang tertutup oleh masker dan
dia memakai jaket berwarna biru dongker.
“Lo siapa? ko gue gak pernah liat lo” Ucap Firra dengan heran.
“Gue Erfan, salam kenal” Ucap Erfan tersenyum.
“Lo gak papa Fi?” Ucap Erfan pada Rafi.
“Iya gue gak papa” Ucap Rafi.
“Makasih Firr, Fan udah nolongin gue dari Farhan. Lo kok gak
takut sih sama mereka?” Ucap Rafi dengan heran.
“Iya sama sama. Buat
apa takut, selama kita benar. Kalau lo lemah terus mereka terus menginjak injak
harga diri lo” Ucap Erfan dengan yakin.
“Iya gue setuju, ngapain takut selagi kita benar” Ucap Firra
tersenyum lebar.
“Oiya benar juga. Mulai sekarang, gue akan ngebela diri gue
sendiri selagi gue benar” Ucap Rafi dengan semangat.
“Bagus, emang harus kaya gitu” Ucap Erfan.
“Oiya gue lupa bilang makasih, makasih ya Fan” Ucap Firra
pada Erfan.
“Iya sama sama Firr” Ucap Erfan.
Karena sesama manusia harus saling menghargai. Jangan saling
merendahkan, karena dibalik semua yang kita lakukan pasti ada efek sampingnya,
positif ataupun negatif. Jika ingin di
hargai, maka hargailah orang lain dulu. Dan jangan pernah meremehkan orang
lain, karena siapa tau saja yang diremehkan derajatnya lebih tinggi dan siapa
tau di hari nanti dia yang akan lebih sukses.
Komentar
Posting Komentar