Cerpen
Ini lah Cerpen karya gue
Haii guys!!
Ini cerpen karya gue yang kedua setelah Pesan dan Bunga Untuk Bunga :)
Semoga kalian suka dengan hasil dari karya gue ..
Selamat membaca *-*
Hari Yang Istimewa
Piano untuk hari ini mungkin berwarna putih,tapi kapan aku
memainkan piano berwarna merah muda. Dan kapan ya aku tampil di Music
Internasional School. Sepertinya aku harus berlatih terus agar aku bisa menjadi
pianis yang hebat dan bisa tampil di sana. “Meisya apakah kamu mendengar yang
baru ibu jelaskan?”Ucap guruku yang tiba tiba mengagetiku. “Iya saya
mendengarkan bu”Ucapku sambil ketakutan. “Coba kamu ulangi kembali”Ucap guru
dengan wajah yang menakutkan. “Dua log delapan sama dengan tiga”Ucapku dengan
ketakutan. “Iya benar. Meisya lain kali kamu jangan melamun lagi”Ucap guruku
lalu guruku kembali mengajar. Haduh syukurlah aku selamat.
“Hai”Ucap Akmal sambil
tersenyum. “Hai juga Akmal”Ucapku sambil tersenyum. “Haha tadi kamu hampir saja
mati?”Ucapnya sambil tertawa. “Haha iya,untungnya aku selamat padahal tadi aku
asal saja jawab ternyata jawabanku benar”Ucapku yang ikut tertawa. “Wah
terbaiklah kamu seperti boboiboy haha”Ucapnya sambil tertawa keras. “Aku memang
terbaik hehe”Ucapku sambil menyengir. Akmal adalah sahabatku yang selalu
mengerti sifatku walau terkadang dia sedikit menyebalkan.
***
Tas ku dimana ya,kemarin aku taruh dibangku tapi kok sekarang
gak ada dibangku ya. Haduh mana sudah jam empat,pasti aku telat. “Bunda lihat
gak tas ku tidak?”Ucapku dengan wajah yang kebigungan. “Iya lihat,ini tas nya. Kemarin
bunda taruh dikamar bunda habisnya kamu sebarangan taruhnya”Ucap Bunda sambil
memegang tas ku. “Iya maaf bunda hehe. Oh iya Bun,aku berangkat ke tempat
khursus piano dulu ya”Ucapku sambil berpamitan kepada bunda. “Hati hati ya Sya”Ucap
bunda sambil tersenyum. “Assalamu’alaikum bunda”Ucapku sambil membuka pintu
“Wa’alaikumussalam”Ucap bunda. Aku keluar dari rumah dan aku pun segera pergi
ke tempat khursus piano. “Ayo pak kita berangkat”Ucapku sambil memasuki mobil.
“Iya non Meisya”Ucap supirku sambil tersenyum. Di perjalanan aku mendengarkan
lagu dari radio.
Setelah aku sampai di tempat khursusku,semoga saja tidak
telat. Aku pun memasuki kelas khursus piano. “Assalamu’alaikum”Ucapku sambil
membuka pintu. “Wa’alaikumussalam,silahkan
duduk di piano putih itu”Ucap guruku sambil menunjuk kearah piano. “Baik bu”Ucapku
lalu aku berjalan ke arah piano. Syukurlah aku tidak telat jadi aku tidak
dihukum oleh bu Shasa. Hari ini aku memainkan lagu yang berjudul love your self
lagunya Justin Bieber.
***
“Ke kantin gak ngajak. Oh iya gimana khursus kemarin?”Ucap
Akmal yang tiba tiba berada disampingku. “Kamu tadi gak ada di kelas,aku kira
kamu udah duluan ke kantinnya. Pasti ada kemajuan dong”Ucapku sambil tersenyum.
“Aku tadi ke kamar mandi. Jangan bohong ya”Ucapnya dengan wajah jutek. Akmal
wajah jutek pun masih terlihat seperti anak kecil haha. “Oh maaf deh hehe. Aku
serius,aku gak bohong”Ucapku sambil tersenyum. “Iya aku maafkan. Oke baguslah
kalau kamu ada kemajuan”Ucapnya sambil tersenyum. “Ayo kita duduk di sebelah
sana aja”Ucapku sambil menunjuk bangku yang masih kosong. Setelah aku dan Akmal
duduk dan makan mie pangsit bel masuk pun berbunyi lalu aku dan Akmal segera
masuk ke kelas.
Jam tiga lewat empat puluh lima menit,waktunya aku pulang sekolah. Hari ini sepertinya aku langsung ke tempat khursus karena hari ini masuk jam setengah lima. Kalau aku pulang kerumah dulu nanti telat jadi kuputuskan hari ini langsung ke tempat khursus piano. “Kamu pulang jam berapa dari tempat khursus?”Ucap Akmal yang berada di sampingku. “Jam setengah tujuh”Ucap ku sambil melihat ke arah jam tangan. “Oh gitu”Ucap Akmal sambil menganggukan kepalanya. “Emangnya kenapa?”Ucapku dengan wajah bingung. “Ngga aku nanya aja”Ucapnya sambil tersenyum. “Oh,ku kira ada apa”Ucapku sambil tersenyum dan berdiri dari tempat dudukku. “Oh iya kamu gak lupa kan hari ulang tahun ku?”Ucap Akmal sambil tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya. “Ngga lupa lah,kamu ulang tahun tanggal dua puluh delapan juni kan?”Ucapku sambil tersenyum. Kita pun berbicara sambil berjalan kearah pagar sekolah. “Iya tepatnya dua hari lagi,dan aku ingin mengadakan pesta. Kamu pasti datang kan?”Ucapnya dengan wajah memohon. “Asik ada pesta. Tentulah aku akan datang,kalau aku gak datang aku gak boleh jadi sahabatmu lagi hahaha “Ucapku sambil tertawa. “Oke ,awas aja ya kalau kamu gak datang. Kamu benar benar gak boleh jadi sahabatku lagi haha”Ucapnya sambil tertawa. “Iya Akmal.Oh iya aku duluan ya”Ucapku sambil meninggalkan Akmal lalu aku masuk ke dalam mobil. “Iya hati hati Sya”Ucapnya sambil melambaikan tangan.
Setelah aku sampai di tempat khursus aku langsung berkumpul
di suatu ruangan. Karena hari ini ada pengumuman siapa yang akan tampil di
Music Internasional School. Semua dari belahan dunia akan tampil di sana. Dan
hanya beberapa orang saja yang terpilih yang akan tampil di sana. Semoga saja
aku yang terpilih,karena itu adalah cita citaku untuk tampil di Music
Internasional School. “Ini lah beberapa siswa yang terpilih untuk tampil di
Music Internasional School adalah…“Ucap pembawa acara yang berada di atas
panggung. Ya allah semoga aku yang terpilih. “Ia adalah Meisya Adrianata,Shofi Anybella,dan
Rifan Haikal. Selamat untuk tiga orang yang akan tampil di Music Internasional
School pada tanggal dua puluh delapan juni”Ucap pembawa acara sambil tersenyum.
Ya allah ini adalah keajaiban aku akan tampil di sana,dan semoga aku bisa
membuat semua orang bangga padaku. Setelah pengumuman itu aku pun langsung berlatih
bermain piano dengan bu Shasa. Bu Shasa merasa sangat bangga denganku,semoga di
Music Internasional School aku bisa menampilkan yang tebaik.
***
Hari ini adalah hari yang istimewa bagiku,hari dimana aku
akan membuat semua orang bangga padaku. Semoga hari ini aku bisa menampilkan
yang terbaik. Beberapa saat lagi aku akan tampil di panggung itu,panggung yang
sangat megah dengan berjuta juta orang yang menyaksikan. “Ini dia kita
tampilkan seorang anak berusia enam belas tahun berasal dari Indonesia yaitu
Meisya Adrianata”Ucap pembawa acara yang memanggil namaku. Aku pun langsung
menaiki panggung dengan perasaan bahagia bercampur dengan perasaan gugup. Aku
memainkan pianoku dengan dua buah lagu. Dan ternyata semua orang yang
menyaksikanku bertepuk tangan dengan keras. Oh tuhan ini adalah sesuatu yang
patut aku syukuri. Setelah aku selesai memainkan piano,aku pun menuruni anak
panggung dengan perasaan yang sangat luar biasa.
“Meisya selamat ya,tadi kamu bagus sekali”Ucap bu Shasa
sambil memelukku. “Terima kasih bu,aku seperti ini juga berkat bantuan
ibu”Ucapku sambil tersenyum .Tiba tiba aku teringat sesuatu,oh tidak hari ini
Akmal ulang tahun. Mengapa aku melupakan hari yang sangat istimewa baginya. Sekarang
sudah jam setengah sepuluh malam,selesai acara pukul sepuluh malam. Sebaiknya
aku langsung menuju rumahnya saja,semoga saja acaranya belum selesai.
Setelah aku sampai di rumahnya,ternyata semua orang sudah
tidak ada di tempat ini lagi. Ya Allah mengapa aku melupakan hari ulang
tahunnya. Sekarang pasti Akmal sangat membenciku,dan aku sudah berjanji jika
aku tidak datang ke acara ulang tahunnya aku tidak akan menjadi sahabatnya
lagi. “Mengapa menangis?”Ucap Akmal yang tiba tiba berada dibelakangku. “Akmal
maafkan aku”Ucapku sambil meneteskan air mata. “Maaf untuk apa?”Ucapnya dengan
wajah yang sedikit jutek. Oh tuhan apakah dia benar benar membenciku dan tidak
ingin memaafkanku. “Maaf karena aku tidak datang ke acara ulang tahunmu,soalnya
tadi aku ..”Ucapku yang belum selesai. “Sst aku sudah tau kok kalau kamu tadi
tampil di acara Music Internasional School dan”Ucapnya sambil tersenyum. “Dan
apa? Dan kamu membenciku?”Ucapku yang masih meneteskan air mata. “Bukan itu Meisya”Ucapnya
sambil mengusap air mataku. “Terus apa”Ucapku dengan wajah yang heran. “Terus
aku membatalkan pesta hari ulang tahunku karena aku ingin menyaksikanmu tampil
di acara itu”Ucapnya sambil tersenyum dan terus mengusap air mataku. “Kamu
serius?”Ucapku. “Iya aku serius Meisya. Dan tadi penampilanmu sangat bagus,aku
sangat bangga mempunyai sahabat sepertimu”Ucapnya sambil tersenyum. “Akmal
makasih banyak ya,kamu udah batalin acara yang istimewa bagi kamu dan kamu
lakukan semua ini demi aku”Ucapku sambil menangis karena terharu. “Kan acara
ulang tahunku bisa dilaksanain tahun depan kalau acara kamu itu belum tentu ada
tahun depan. Udah kamu jangan nangis lagi ya,aku akan tetap menjadi
sahabatmu”Ucapnya sambil tersenyum dan memelukku. “Iya Akmal. Aku juga akan
menjadi sahabatmu saat ini dan seterusnya”Ucapku sambil tersenyum. Dan hari ini
adalah hari yang tak terlupakan bagiku. Hari yang sangat istimewa,dan yang
paling penting adalah aku dan Akmal akan selalu menjadi sahabat saat ini dan
seterusnya.
-Selesai-
Komentar
Posting Komentar